Cara Memutar Layar Komputer Dengan Keyboard

Kalian tau, ini hal bodoh yang sering nggak sengaja gua lakuin, dan gua baru menemukan jalannya malam ini..

JEJECOMP CELL

Trik ini bisa anda gunakan untuk menjahili teman anda, Dijamin teman anda akan kebingungan melihatnya.

Caranya :

1. Tekan Ctrl + Alt + Tab secara bersamaan.

2. Kemudian untuk memutar layar tekan tombol arah pada keyboard Untuk memutar ke bawah ( 180’) tekan tombol arah bawah, dst.

3. Untuk mengembalikannya tekan tombol arah atas .

Sekian, Semoga bermanfaat.

View original post

Standard

Cerpen : ” Kelebihan yang Tidak diInginkan”

Perkenalkan.

Namaku Salma Al-Azizah. Cukup panggil Salma saja. Aku anak ke 2 dari 2 bersaudara. Kakakku juga perempuan bernama Fatma Miutiara. Kami dekat seperti layaknya sepasansang adik kakak biasanya. Aku tahu semuanya tentang kak Fatma, mulai dari kegiatannya disekolah sampai masalah pribadi tentang orang yang ia sukai. Diapun sebaliknya padaku.

Aku hidup dikeluarga yang bisa dikatakan cukup mapan. Dan mungkin termasuk keluarga yang harmonis. Ayahku bekerja sebagai Manager disuatu perusahaan pengiklanan. Ibuku seorang Ibu rumah tangga, Ibu atau lebih sering aku panggil Umi juga membuka butik kecil kecilan dirumah.

Aku sendiri baru berusia 15 tahun. Namun aku sudah kelas 2 SMA. Ya, aku menjalani program akselerasi. Kak Fatma pun sama, dia harusnya kelas 3 SMA namun sekarang dia sudah Kuliah -_-.

Aku selalu mensyukuri nikmat yang Allah berikan padaku. Baik besar maupun kecil. Aku akan selalu bersyukur atasnya. Karena Allah menyukai orang yang selalu bersyukur dan merasa cukup.

Namun kisahku kali ini agak aneh

Aku benar benar tidak menginginkan anugrah yang Allah berikan. Aku tak tahu, tapi aku benci itu. Sebenarnya bukan masalah besar. Aku ‘mungkin’ diizinkan Allah memiliki ke’sensitif’an lebih, singkat, Aku sangat peka dengan perasaan disekitarku. WalauAku takdapat mendengar isi hati dari seseorang secara langsung. Tapi entah mengapa selalu hal yang aku pikirkan tentang orang disekitarku itu sealu benar. Dan aku benci itu.

Seperti kisah cinta rumit yang melibatkan aku dengan 3 orang sahabatku.

Aku punya banyak teman dekat, namun hanya beberapa yang dapat aku kategorikan sebagai sahabat. Diantaranya; Khaira,Nafla, Najwa, Nissha, Amkar, Akbar, Bima, Rafa, Fauzy. Namun aku kurang begitu dekat dengam Rafa dan Fauzy karena kita berbeda kelas, meski begitu kita tetap saling berhubungan.

Baiklah akan Aku ceritakan. Walau sebenarnya agak malas menceritakan yang sempat menyebabkan sedikit ‘perpecahan’ sahabat sahabatku.

Aku dan Amkar memang dekat sebagai teman Chat. Karena kita memiliki hobi yang sama yaitu ‘KEPOIN ORANG’ haha.. Tidak tidak, kita berdua adalah orang yang KRITIS dalam segala masalah, termasuk masalah negara. Debat 2 pendapat berbeda, ya itulah yang sering kami lakukan. Dan setiap debat selalu diakhiri dengan gelak tawa yang terpisah jarak.

Teman teman Aku rasa mereka tahu kebiasaanku dengan Amkar tersebut, tapi mereka biasa saja. Tapi tidak dengan Akbar dan Bima-___-. Yaya.. Akbar dan Bima memang terkenal iseng di satu sekolahku ini. Lebih lebih Bima. Dia menyebarkan gosip bahwa Aku berpacaran dengan Amkar-____________- demi apapun aku benci itu. Dan dia selalumenyebarkan gosip buruk itu. Namun kata Amkar, “stay cool aja, memang nggak ada apa apa kan ?”. Dan YA! Aku tidak perduli dan tidak akan perduli dengan itu semua. Hingga satu saat dia bercerita padaku tentang irang yang ia sukai.. Kalian tau siapa ??? Bagi yang berfikir itu Khaira.. Kalian benar !! Benar benar salah.. Amkar itu menyukai Nafla… Aku senang mendengarnya.. Setidaknya akan ada alasan untuk menentang tuduhan Bima. Aku juga bercerita tentang orang yang kusukai pada Amkar..

Jika Aku boleh jujur, sebenarnya dari kelas 10, alu sudak menyukai Akbar. Sikap Akbar yang humoris dan asik serta pintar, membuatku jatuh hati padanya. Namun jika dilihat dari fisik. Mungkin Akbar bukan orang yang memiliki fisik ideal seperti yang para perempuan ingin. Tapi Aku suka segala hal yang ada pada dirinya.

Itu semua mengalir begitu saja.. Tanpa ada yang mengetahui kecuali Aku, Amkar dan Allah.

Hingga satu saat, Aku dan Amkar kalah main ToD.. “Matilah aku” pikirku ketika Aku mengetahui bahwa Aku kalah. Najwa dan Nafla sama sekali tidak tahu siapa orang yang Aku sukai, sekalipun aku selalu main dengannya..

Dan benar saja. Najwa melemparkan pertanyaan Truth padaku. Tak meleset dugaanku pertanyaan yang Najwa berikan. Dan itu seperti sudah terpikir dari sebelum permaian ini dimulai. “Akhhh… Apa yang harusku katakan.. Akbar juga ikut dalam permainan ini.. apaku harus jujur?” kata kata itu berkelebatan diotakku selama permainan mencari siapa yang akan kalah selanjutnya.

Namun Allah memang selalu ada untuk Hamba-Nya yang membutuhkan pertolongannya. Akbar pergi ketika aku akan menjawab jujur. Akhirnya itu diketahui oleh sahabatku yang lain –___–.. Kecuali Akbar.

Seiring waktu ..

Aku merasa adahal yang aneh dengan Najwa..

Dia seperti lebih ekspresif jika Amkar sedang berbicara, atau topik pembicaraan antara Aku, Nafla dan Najwa adalah Amkar.

Tak lama setelah pengakuan Amkar(dihari yang sama dengan pengakuanku) Nafla berkata bahwa sepertinya dia juga mulai ada rasa pada Amkar.. Namun hal lain terlihat dari cara kaget dan ekspresi Najwa. Cara kaget yang ditunjukkan oleh Najwa itu seperti tidak terima, dan ekspresinya terlihat seperti ia tidak menyukainya. Aku berusaha untuk tidak menghiraukan semua itu. But..

Beberapa hari kemudian. Najwa mengajakku main ke rumahnya. Disela sela percakapan kami, dia mengganti topik bahasan menjadi Amkar. Dalam hati ku “Hellow? Likenomorestopiccanwesay?” Ada satu perkataaan yang membuatku terkejut. “Sal, sebenernya waktu Aku tau, Amkar suka sama Nafla itu aku sakit hati loh, seperti tidak terima perasaanku” aku hanya bisa diam.

Beberpa Minggu kemudian.

Amkar memang anak yang sangat cerdas. Dia pernah menjadi juara 2 lomba Sains se-Jakarta dan dia juga pintar disemua mata pelajaran. Hampir semua anak di kelas 11-B ini bertanya pada Amkar tentang pelajaran yang belum dimengerti. Termasuk Aku, Najwa dan Nafla.

Kali itu Najwa bercerita padaku bahwa ia sedang meminta ajari matematika pada Amkar. Mereka VN-an. Ketika disekolah Najwa menceritakan semuanya padaku. Apaya.. Mata Najwa ketika menceritakan kejadian selama ia meminta diajari oleh Amkar itu seperti berkata “Amkar, you’re mine, i’ll, i must have you” ntah.. Aku tak mengerti.

Beberapa waktu sebelum kejadian itu Najwa sering sekali menyuruhku berkata pada Amkar bahwa Nafla bukan anak yang baik. Dan bodohnya aku menurutinya.

Sebulan setelahnya..

Nafla bertanya padaku tentang yang sebenarnya terjadi pada Najwa selama ini. Kata Nafla ia merasa sedang dibohongi. aku bingung. Sangat bingung. Bagai buah simalakama pokoknya. Akhirnya aku menceritakan semuanya pada Nafla. Saat aku bercerita soal itu semua.. Rasanya seperti aku mendengar suara hati yang berkata “Kurang ajar! Dia selama ini baik didepanku. Dia selalu memujiku. Dia berkata dia takkan berhianat. Tapi ini apa?!!” kurang lebih seperti itu.

Benar saja. Keesokkan harinya. Ketika bel pulang sudah berbunyi dan semua anak mulai berdesakkan jeluar gerbang. Nafla menarik tangan Najwa. Saat itu aku sedang bersama Khaira. Aku dan Khaira yang melihat itu segera mengikuti/menguntit apa yang mereka lakukan. Arah mereka pergi adalah ke kelas paling ujung. Aku dan Khaira mencoba mendengarkan percakapan Najwa dan Nafla. Tak perlu usaha keras. Suara mereka cukup keras. Kira kira seperti

“Wa, jawab jujur, kamu ada rasa-kan sama Amkar?” Nafla

“Apaansih. Gakkok,” jawab Najwa,Aku sangat denagr jelas

Standard

My Horror Journey (1)

Ini adalah kisah gue..

Kisah yang sebebernya gak ingin gue ulang, ini terlalu buruk harus memendam ini dari semua orang.. Sebelum akhirnya gue menceritakan ini pada sahabat gue..

Kisah horor.. Berhantu.. Dan mungkin penyesalan seumur hidup telah mencoba hal aneh.

Saat itu..

Aku masih duduk di kelas 8 SMP di bilangan DKI JAKARTA.. Aku adalah pribumi di tanah DKI ini. Aku lahir dan besar disini, walaupun ayah-ku adalah campuran Cirebon dan Makassar. Ibuku juga pribumi..

Aku sejak kecil dikenal sebagai anak manja, aku tidak akan tidur jika tanpa ibuku, atau dalam keadaan gelap. Tetanggaku bilang aku termasuk kecil kecil cabe rawit, mereka bilang diusia 4 tahun, sudah banyak bahasa ingris yang aku bisa dan faham..

Aku sangat ingin menepis kata manja yang selalu di ucapkan tetanggaku..

Aku telah memutuskan untuk ikut Ekskul Pramuka waktu SD, namun aku tidak serius menjalaninya.

Ketika kelas 7 SMP. Aku kembali memilih ekskul Pramuka dan aku serius menjalaninya. Aku juga terpilih sebagai anggota Tim Inti untuk mewakili sekolah jika ada acara diluar sekolah dan sebagai pengurus di Dewan.

Tidak ada cerita horor selama-ku di kelas 7. Walau ada beberapa urban legend sekolah yang jelas tidak akan aku percaya. Kenapa ? Karena ketika acara Persami pun tidak ada kejadian aneh yang menjorok pada urban legend sekolah itu..

Naik ke kelas 8, tetap tidak percaya dengan semua itu.. Aku bukan tipikal orang yang mudah percaya dengan cerita orang. Terutama jika ku  belum melihatnya sendiri..

Akhir semester 1 kelas 8.

Aku mengikuti kegiatan Pramuka yang diadakan di luar sekolah, masih di buperta di bilangan Jakarta.

Dari sinilah semua dimulai..

Ups sampai lupa.. Nama ku Shahilla Fadira Shahab..

Pagi itu sekitar pukul 7.30 kami(Tim Inti) berkumpul disekolah..

Hari itu kami akan melaksanakan pelantikan kepengurusan Dewan untuk sekolah kami. Mengenakan baju pramuka dengan atribut lengkap. Sambil meng-check perlengkapan satu sama lain.. Bercanda, sungguh, saat saat seperti itu akan sangat aku rindukan, kami ber40(10 putra+30putri) seperti sudah menjadi keluarga. Tak ada jarak ataupun hal yang dirahasiakan tentang pribadi masing masing. Kita seperti 40 tubih yang dijadikan menjadi 1. Satu senang semua senang, satu sakit semua sakit. Itulah prinsip kita.

Waktu menunjukan pukul 8.00 kita memulai perjalanan setengah jalan dengan bejalan kaki, baru setelah itu kami naik kendaraan umum. Selama perjalanan setengah jalan pertama, sangat asik. Perjalanan yang tak terlupa. Begitupun di setengah jalan berikutnya. 12 KM yang kami tempuh tak menyurutkan semangat kami.

Setela sampai dilokasi perkemahan kami dengan dibimbing para pembina dan pelatih mulai mempersiapkan tenda dan ranting pohon untuk membuat api unggun malamnya. Setelah semua siap. Kita mulai kegiatan, di awal kami berdoa dan membuka acara  di tempat kami berkemah. Tak terasa waktu menunjukan pukul 12.00 kami akan melaksanakan ibadah salat Dzuhur. Allhamdulillah kami semua Islam, jadi kami bersama sama menjalankan ibadah Shalat Dzuhur.

Ketika semua siap, kami mulai membentuk Shaf untuk Shalat, 2 orang dari anak perempuan tidak mengikuti Shalat karena sedang dalam masa haid. Kami memilih lahan kosong di depan tenda kami yang masih tersisa karena ingin berdoa sambil menikmati keibdahan alam.

Saat sedang khusyuk khusyuknya shalat, yang langit tadiny cerah mendadak menjadi mendung, dan terdengar gelegar petir beberapa kali, membuat shalatku menjadi tidak khusyuk. Dan aku sempat berfikir “Ah, sepertinya tempat ini tidak menerima kami sepenuhnya” namun cepat cepat aku tepis semua fikiran itu. Karena hujan semakin besar pembina kemi mengajak kami masuk ke MCK yang berada tepat di sebelah tenda kami. Kami melanjutkan kegiatan di dalam MCK itu karena keadaan diluar yang semakin meburuk. Di sela sela kegiatan, salah satu temanku yang bernama Khaira sedang bersama dengan Nala. Tiba tiba Nala menangis, ketika ditanya mengapa, Nala tidak menjawab, tangisannya malah menjadi jadi. Ketika Khaira ditanya Khaira berkata “Nala dari tadi nunduk aja, gak kayak biasanya. Terus tadi kakinya gua kelitikin, eh malah nangis gitu” tutur Khaira. Lalu Nala segera dipindah ke tenda pembina.

Setelah Hujan berhenti kami pun keluar dari MCK. Ketika aku keluar dari MCK sekitar 10m dari pintu MCK, aku sempatkan menengok kebelakang ketika aku melihat ternya ada tulisan ‘MCK 13’  feeling ku semakin buruk.

Kamipun melanjutkan kegiatan seperti biasa. Walau dibeberapa saat keadaan Nala kembali seperti itu. Ya.. Sampai pada saat Jurit Malam..

Mata Jelalatan..

Ya.. Itulah aku.. Ketika jurit malam aku sangat amat jelalatan, tengok kanan kiri-liat atas. Pokoknya ini mata gak bisa diemlah.. Alhasil i saw some … Yeeeaaaakkkkkaaallllliiiiiaannn tauuuullllaaaahhhh….. Dan itu gak cuma satu.. Sekitar 3 yang gak sengaja kelihat.. Ada yang dibalik pohon.. Ada yang di kayak saung gitu sama satu lagi di pertigaan ujung deket perumahan.. Gak tau itu apaan.. Tapi aku baru kali ini meceritakannya..

Singkat cerita.. Kegiatan ini berakhir..

Sekitar 5bulan setelahnya sekitar bulan mei…

Aku mendapati masa masa kenakalanku..

Setiap pulang sekolah pasti tak langsung pulang, selalu ada alasan untulku bermain, tetap bersama anak Pramuka, namun tidak semua. Aku juga mengajak juniorku untuk bermain.. Kami ber7. Aku, Khaira, Raflan, Fauzy, Bagas, Dila dan Angel..

Dila dan Angel itu juniorku, dia berpacaran dengan Raflan, dan Angel adalah sahabat baik Dila. Aku dan Khaira sendiri memang sahabat swjak kecil. Sedangkam Raflan, Fauzy dan Bagas adalah teman dekat.. Selain Dila dan Angel ada juga Tasya..

Raflan itu punya indra ke-6..

Dia juga bisa membuka ‘mata batin’, dia menantangku untuk membuka mata batin. Agak ragu sih awalnya.. Tapi i’ve do it..

Dan.. Akhirnya urban legend di sekolah.. Perlahan lahan terkuak olehku…

Yaa.. Pada akhirnya setelah hampir tau semuanya.. Aku meminta pada Raflan untuk kembali menutup ‘mata batin’ku..

Tapi aku tidak yakin dia telah menutup seluruhnya..

Aku masih sering mendapati hal hal ‘itu’ ada..

Cerita ini akan ku lanjutkan lain waktu..

1 kejadian selama 1 tahun penuh berdampingan dengan hal hal ‘itu’ di tempat bimbel ku akan ku ceritakan.. Lain waktu..

CERITA INI HANYA FIKSI

NAMA/TEMPAT/KEJADIAN HANYA KETIDAKSENGAJAAN BELAKA..

MAAF. BILA ADA KATA KATA YANG KURANG BERKENAN..

Standard

(UN)IMPORTANT JOURNEY..

Yoohooo!!

Long Time not open this page yeah !!! (?)

Terlalu sibuk mempersiapkan persiapanental dan materi buat UN…

Walau Blog ini sepi pembaca..

Tetaplah I’ll update this blog..

Anggep aja ini blog itu temen bisu.. Jadi fine fine aja kalo curhat di sini..

Right sir ?

Mau curhat dikit lah..

Sekarang tanggal 27/4/2015

Tepat 1 minggu lagi gua mau UN..

UN MEN UN.. UDEH 3 TAHUN GUA GAK UN ..

DAN UDAH 3 TAHUN JUGA GUA NGGAK BELAJAR MATIMATIAN DEMI NILAI..

Ya.. Biasa gitu kan kalo persiapan UN itu kan ada TO(SekarangUCUN)..

Ada kelas PM..

Ada UH bejibun..

Tiba tiba yang tadinya meja belajar bersih gara gara jarang belajar…

Begitu mau UN jadi kayak gunung everest yang tinggi gara gara banyak buku dan kertas yang harus dibaca dan dipelajari(guanggak)..

Yang tadinya masjid sama mushala sepi.. Setekita jadi rame..

Makanan dirumah jadi jarang abis.. Jadi pada puasa..

Orang pinter jadi terkenal..

Ya..  Begitulah..

Jadi gini gua mau ceritalah dikit.

My Journey in 9/2th Grade..

Biar kekinianlah gitu.

Di awal semester dua itu semua guru jadi kayak teroris.. Semuanya nakut nakutin tentang UN..

Nggak enak bro digituin..

Jadi deg degan gimana gitu..

Ditambah lagi..

Yang tadinya ngeliat Plank digerbang sekolah masih H-84 tiba tiba udah H-6..

Udah aja guru makin menjadi jadi nakut nakutin kita..

Tapi memang tujuannnya buat memotivasi .

Tapi mereka gak sadar udah buat gua ngedown..

1. UCUN I

Berjalan baik. Tapi nilai gue kecil mavroh!! Cuma 28. Iyasih.. Rata rata sekolah emang rebdah.. Segitu udah lumayan..

Tapi mikir lah mana ada SMA  negeri yang nerima nilai sgitu.. Ada ? Paking jalur lokal kan.. Itu juga kalo gak kelempar..

Tapi kata guru gua udah  itu gak usah dipikirin… Tapi mereka selalu ngingeton terus.. Nyindir terus.. Kan t**

2. UAS

Ujian Akhir Semester..

Ya Allhamdulillah sesuatu yah.. Lumayan hasilnya (sebenernya yua lupa hasilnya gimana )..

3. US + UPrak

Ujian Sekolah + Ujian Praktek

Gua gak tau hasilnya..

Tapi..

Sumpah ini nyebelin banget.. Kita disuruh nginget pelajaran dari kelas7!!..

Wth lah.. Gua aja matematika cuma afal rumus lingkaran doang. Ipa cuma apal rumus kalor doang..

INTINYA INI MENYIKSA DAN ZZZUUUZZZZAAAAHHH.

4. UCUN II

Allhamdulilah naik semua kecuali IPA..

Gue demdan sama IPA. Tadinya Nilai UCUN I 6.00 masa UCUN II 5.75..

Maunya apa ??!!!

Sumapah emosi yang lainnya 8 ini atu pelajaran 5.. Su mah ngajak ribut…

Tapi yaa….

Tapi gua seneng ngejalanin semua.

Nggak kerasa udah mau habis masa kita di 259 ini..

Kalo ibarat buku..

Kita udah baca 1 bab.. Waktunya pindah ke bab selanjutnya..

Kalo kita nggak pindah bab, kita gak akan tau gimana ceritanya..

..

Baiklah..

Terimakasih sudah membaca..

Mohon maaf kata kata diatas bertujuan menghibur..

Jika ada yang merasa tersinggung.. Mohon maaf …

Sekali lagi terima kasih🙂🙂🙂😀

Standard

The Other Side (Not Clear)

The Other Side

Di suatu siang di sebuah sekolah swasta dimana semua siswa-nya adalah anak pejabat , ank orang kaya yang hartanya tidak akan habis tujuh turunan, atau yang paling kecil adalah anak pengusaha butik. Walaupun swasta kualitas sekolah itu sendiri sangat jauh lebih baik dari sekolah negeri. Mereka yang bersekolah disana sangat amat serius belajar.

” Mala !! ” teriak seorang anak laki laki sambil berlari menghampiri gadis yang bernamaa Mala itu.

” Nevan ? Ada apa? Sampe lari lari begitu ?” Jawab gadis bernama Mala tersebut kepada laki laki yang memanggilnya yang ternyata bernama Nevan.

” Hmm…” gumam Nevan diawal ” Ini, coklat ” Nevan sambil memberikan sebatang ciklat putih kepada Mala.

” Apanih ?, coklat putih ? ” dibarengi dengan anggukan kepala Nevan ” Buat aku ?” Nevan kembali mengangguk ” Wahh.. Makasih Nevan!! Ini kesukaan aku. Aku suka bangt coklat putih. Makasih ya ” Ungkap Mala.

” Iya, sama sama Mala. Baguslah kalau kamu suka. Aku pergi dulu ya ” Ucam Nevan sambil berjalan menjauhi Mala.

_______Nevan POV______

Ahh bodoh aku. Kenapa tadi aku nggak sekalian nembak dia. Uhh nevan bodoh… Jarang banget tau gak sih kamu bisa ngobrol sama Mala,Nevan… Ishhh .

_______Author POV______

Nevan memang sudah sejak lama mengagumi Mala. Mala sendiri adalah siswa yang pintar, baik, Mala juga merupakan Ketua Anggota Putri bagi Ekskuk Pramuka di sekolahnya. Mala juga merupakan anak dari salah satu pemilik butiq ternama di daerah Jakarta bagian kota. Butiq milik orang tua Mala bisa dibilang adalah tempat utama para artis.

Mala. Gadis ini sebenarnya bernama Mala Shimazaki. Mala sendiri keturunan Jepang dari Ibunya yang bernama Erena Shimazaki, dari keluarga Shimazaki. Ayah Mala sendiri saat ini bekerja di Jepang.

______Mala POV______

Dari mana Nevan tau  aku suka coklat putih. Setahuku hanya keluarga ku yang mengtahui. Tak apalah, mungkin ini jalan tuhan mempertemukan kami. Aku sangat menyukai Nevan. Dia tampan, pintar, dia juga dijajarkan denganku sebagai Ketua Anggota Putra untuk Pramuka disekolah. Uhh.. Tapi sikapnya tadi sangat dingin kepada ku. Padahal aku sudah mulau membuka obrolan.

Tak apa. Aku akan menyimpan coklat ini. Mungkin akan aku makan lusa.. Aku tidak ingin coklat ini hilang begitu saja dalam perutku..

__________Author POV_______

Hari ini adalah hari yang cerah.. 11 Februari…

Di sekolah,

Mala memang memiliki banyak teman, diantaranya Tsaza dan Zahra. Jika dilihat dari namanya, mungkin kalian pasti akan langsung mengetahui kalau mereka berdua adalah anak kembar. Kembar identik malah. Mereka berdua adalah keturunan Arab. Orang tua mereka meruoakan salah satu penyuplai kurma ternama dan berkuakitas di Jakarta.

” Kyou mo, nippon wa motto motto sakura saku koro. Watashi ni mieta janai nee.. Kuyashii daa .. ” Ucap Mala dalam bahasa jepang.

” Hey Mala.  Kita nggak ngerti kamu ngomong apa. Kita aja masih belajar bahasa Indonesia ” Ucap Zahra.

” Lagi pula jika kami mengerti, kami tidak pandai merangkai kata dalam bahasa yang kami baru mengerti. Nanti yang ada makah seperti translator rusak lagi” Lanjut Tsaza.

” Ohh. Im forget !! Its mean. Hari ini, banyak bunga sakura di japang yang gugur. Tapi aku tidak dapat melihatnya. Aku sedih. Kalian tau.. 2 tahun yangvlalu adalah terakhir kali aku melihat mereka berguguran.” Jelas Mala seolah menuangkan kesedihannya.

“Oy, Mal. Kata Siva kamu dikasih coklat sama Nevan ya ?” Tanya Tsaza.

“Ha! Siva, tau dari mana dia ?” tanya Mala balik.

” Hey, small pretty guys. Siva is Nevan siblings you forget it ? Ha ? You forget it?” Tekan Zahra.

“Siblings ? They are sibling ?? ” Tanya Mala. Rupanya Mala sama sekali tidak tahu soal hubungan Nevan dan Siva.

” Oh my God…. They was on one family tree. Their one mom and dad. Their born on same day. Their family surname ia ‘Vanka’ ,  and you don’k know it. It was an hot news in new school year 2 year ago ” jelas Zahra panjang.

“Zahra ? Kau tau banyak tentang mereka?” tanya Tsaza.

“Ups. Penyamaran kan terbongkar. Ya.. Aku mencari tau tentang mereka di awal tahun ajaran. Dan aku juga yang menyebarkan berita mereka ber marga Vanka” Terang Zahra.

” Aku kira kamu seorang gadis cuek loh. Nggak taunya… Lebih lebih dari paparazi. Hahah..” Ejek Mala.

________

To Be Added more..

Standard

A Liar (Cerpen)

“  Amkar, lu udah selesai buat cerpen ?” Tanya seorang gadis berkerudung.

“  belum Rin, hehe” Jawab Amkar kepada gadis berkerudung yang bernama, Yurina.

Tiba tiba Seorang gadis lain datang menghampiri Amkar dan Yurina.

“ Lu udah ngumpulin cerpen Rin ?” Ucap gadis itu sambil meminum teh yang ia bawa.

“ Rani… lu lupa? Kan kita kemarin ngumpulin bareng…” Jawab Yurina kepada gadis itu yang ternyata bernama Rani.

“ Hehe iya…. Amkar lo udah ? “ Tanya Rani ke Amkar.

“ Belum selesai, Ran “ Jawab Amkar.

“ Kalo udah selesai nanti baca ya..” Ucap Rani.

Tak lama kemudian bel masuk berbunyi, anak anak yang tadinya diluar kelas mulai berdesakan memasuki ruang kelas mereka  masing masing, dan mulai duduk di tempat mereka sambil menunggu guru mata pelajaran.

Jam adalah jam pelajaran  matematika dengan guru super killer yang bernama Pak Amir. Semua anak mengikuti pelajaran dengan baik, karena takut dimarahi dengan Pak Amir.

Pelajaran berlangsung selama  90 menit, setelah itu berganti ke pelajaran bahasa Inggris yang diajarkan oleh Miss Elli, guru itu adalah guru yang ramah dan baikerta selalu memberikan motivasi kepada anak didiknya,  oleh karena itu semua anak sangat menginginkan di ajar oleh Miss Elli.

Setelah pelajaran bahasa Inggris selesai waktunya istirahat.

Amkar terlihat buru buru memasuki kelas, namun siswa lain hanya berjalan pelan dan ada juga yang pergi untuk membeli makanan di kantin termasuk Rani dan Yurina. Ketika Rani dan Yurina sampai di kelas ternyata hanya ada Amkar yang sedang membaca cerpen.

“ Amkar, lo baca apa ?” Tanya Yurina.

“ Ini cerpen…” Jawab Amkar.

“ Loh, katanya belum selesai?” Tanya Rani.

“ Hehehe..” Jawab Amkar terkekeh.

Rani dan Yurina pun duduk di kursi mereka untuk memakan bekal. Karena rasa penasaran Rani yang tinggi ia pun ingin meminjam cerpen milik Amkar.

“  Amkar, pinjem dong cerpen lu, penasaran nih!” Pinta Rani.

“ Jangan ah jelek…” Jawab Amkar..

“ Ih, gapapa” Paksa Rani yang rasa penasarannya sudah sangat tinggi.

“ Yaudah nih.” Jawab Amkar sambil memberikan kertas cerpennya kepada Rani.

Rani pun membacanya bersama Yurina. Mereka berdua membacanya tanpa suara dan dengan serius. Cerpen yang dibuat Amkar bercerita tentang sebuah misteri yang semakin membuat Rani dan Yurina penasaran. Setelah selesai membaca cerpen milik Amkar, Rani mengembalikannya dan berkata

“ Segini lu bilang jelek ? Gimana bagusnya ? Ini keren tau, Kar !!” Puji Rani atas cerpen buatan Amkar. Amkar hanya tersenyum tipis mendengar pujian dari Rani.

Yurina berdiri dari kursinya hendak membuang sampah, ia pun berjalan ke tempat samapah di depan kelas. Tiba-tiba Yurina mehilat sebuat kertas yang dibuang. Kertasnya masih kelihatan sangat bersih dan membuat Yurina ingin mengambilnya.

Yurina pun mengambil kertas itu,ternyata isinya adalah sebuah cerpen, ketika ia membaca isinya…. YA!! Itu adalah cerpen yang sama dengan kepunyaan Amkar. Yurina pun lansung menanyakan tentang kertas iru kepada Amkar.

“ Amkar !! Ini bukannya cerpen lu ?” Tanya Yurina.

“ Iya…” Jawab Amkar singkat.

“ Kok dibuang sih ?” Tanya Yurina sambil memperlihatkan kertas itu kepada Amkar yang sedang memakan bekal miliknya.

“ Iya udah nggak kepake.” Jawab Amkar.

“ Oh…” paham Yurina

Disaat itu juga Yurina merasa ada yang aneh dengan isi kertas itu. Semua tulisannya dicetak berwarna hijau dan digaris bawahi. “ Ini kayak cerita yang didownload gitu,,, Ah,, nggak mungkin” ucap Yurina dalam hati. Semenjak saat itu Yurina sangat penasaran dengan itu. Namun, ia tidak membicarakan itu kepada orang lain kerena ia takut dugaannya salah.

15 menit kemudian bel masuk istirahatpun berbunyi.

Ini adalah jam pelajaran Bu Yaya yaitu Pelajaran bahasa Indonesia. Materi pelajaran bahasa Indonesia kali ini adalah menceritakan kembali cerpen yang telah dibuat. Ketika Bu Yaya menawarkan siapa yang ingin menceritakan ceritanya duluan Rani dan Yurina mengangkat tangan bersamaan, namun yang diplih Bu Yaya untuk maju duluan adalah Yurina.

Yurina merasa sangat excited dan akhirnya ia pun mulai bercerita cerpen yang ia telah buat dan kumpulkan sebelumnya. Setelah Yurina selesai menceritakan kembali cerpennya, sekarang adalah giliran Rani, ketika sedang menceritakan ceritanya, Rani ternyata ia lupa jalan cerita dari cerita yang ia buat, akhirnya ia pun kembali duduk ke kursinya dan ia harus mengulang diwaktu yang lain.

“ Siapa yang mau maju selanjutnya ?” Tanya Bu Yaya.

“ AMKAR BU !!” Teriak Rani dan Yurina bersamaan. Amkar langsung mengelak dan tidak ingin langsung segera maju dengan alasan kalau dia belum menguasai cerpennya. Namun, Bu Yaya juga memintanya untuk maju, akhirnya Amkarpun maju dengan gugup.

Sebelum menceritakan kembali cerpennya, Bu Yaya sempat membaca sekilas cerpen milik Amkar. Bu Yayapun bertanya, “ Amkar, dapat insipirasi dari mana?”

Rani dan Yurinapun mendengar pertanyaan Bu Yaya yang diperuntukan untuk Amkar. Mereka berdua saling tukar pandang kebingungan setelah mendengar pertanyaan dari guru bahasa indonesianya, dengan jawaban Amkar yang tidak terdengar.

Seminggu memudian, Rani hendak mengerjakan PR IPA. Namun ia tidak mempunyai buku cetaknya, karena rumah Yurina berdekatan dengan rumahnya, iapun berjalan menuju rumah teman sebangkunya itu.

“Yurinaaa….” Panggil Rani ketika sampai di rumah Yurina. Yurina keluar dan bertanya, “Kenapa, Ran?”

“Gue pinjem buku IPA dong, Rin.” Kata Rani.

“Oke, sebentar ya.” Yurinapun mengambil buku IPAnya dari tas sekolah dan memberikannya kepada Rani yang sedang menunggu di luar rumahnya.

“Pinjem ya, Rin. Besok gue balikin” kata Rani sambil pamit.

“Eh, Ran!” panggil Yurina kepada Rani yang belum berjalan begitu jauh. Ranipun balik arah dan menghampiri Yurina yang memanggilnya. “Kenapa, Rin?”

“( Sambil menunjukkan handphonenya ) Lu masih inget sama judul cerpen ini ? “ Tanya Yurina kepada Rani.

“ Ini… Cerpennya Amkar bukan sih ?” Tanya Rina balik.

“ Iya. Coba lu liat tanggal postingnya. “ Pinta Yurina.

“ 23 Juni 2012. Ih udah lama banget. “ Jawab Rani terkejut.

“ Iya,, jadi selama ini yang kita puji itu bukan karya Amkar. Tapi karya orang lain, dan lu liatkan, ini postingan tahun 2012, sedangkan dia menceritakankembalinya baru minggu lalu, tahun 2014. Sumpah gua nggak abis fikir. “ Jelas Yurina panjang.

“ Berarti kita dibohongin dong, Bu Yaya ? temen temen ? “ Tanya Rani

“ Nah itu…” jawab Yurina singkat.

“  Terus kita harus ngapain ?” bingung Rani.

“Ya itu dia. Kalau kita laporin ke Bu Yaya, Amkar pasti marah sama kita. Tapi, kalau kita nggak laporin, sama kita ikut ngebohongi Bu Yaya dan yang lain.” Jelas Yurina lagi.

“Udahlah, besok aja kita pikirin. Udah sore nih” kata Rani mengakhiri pembicaraan.

Akhirnya Ranipun pamit pulang dengan pikiran yang membingungkannya.

Selama 6 bulan, perasaan bingung, gundah dan penasaran menjadi satu dipikiran mereka, Yurina dan Rani. Ketika acara perpisahan kelas, Yurina dan Rani sedang melihat pertunjukan permainan angklung, keduanya menghampiri Amkar yang sedang Alan, Andi, dan Arri yang juga sedang menyaksikan pertunjukan angklung.

“Amkar sini deh.” Panggil Yurina. Amkar langsung memisahkan diri dari Alan, Andi dan Arri untuk menghampiri Yurina dan Rani yang memanggilnya.

“Kenapa, Rin?” tanyanya sesampainya Amkar di dekat Yurina dan Rani.

Yurina mengeluarkan handphone dan menunjukan sesuatu kepada Amkar. “Ini cerita lu kan, Kar?” tanya Yurina ketika Amkar sedang melihat apa yang ditunjukannya.

Wajah Amkar berubah menjadi panik, “Lu dapet dari mana?”

“Gua nggak semudah itu percaya sama orang. Semenjak gua nemuin cerpen yang lu buang, gua jadi penasaran. Dari mulai tulisannya yang kaya copyan, ceritanya juga terlalu tinggi untuk seorang anak SMP.” Ungkap Yurina serius.

“Dan itu postingan udah lama. 3 tahun yang lalu. Sekarang aja udah 2015, sedangkan lu cerita 2014. Postingannyapun ada, tahun 2012.” Tambah Rani.

“Dan gua udah beberapa kali nyindir lu di sosmed. Tapi lu nggak nyadar-nyadar. Lu sadar nggak sih, lu udah ngebohongi kita semua. Bahkan Bu Yaya juga. Kalau Bu Yaya tau, pasti akan kecewa sama lu. Secara lu anak kebanggannya.” Ungkap Yurina lagi.

Amkar pun semakin merasa terpojok dan memikirkan suatu alasan. “Ya, gimana lagi. Waktu itu tuh, besok udah harus dikumpulin. Tapi gua sama sekali, nggak ada inspirasi. Dan kebetulan gua nemu cerita itu.” Kata Amkar menjelaskan dengan wajahnya yang panik.

“Waktu itu kita sempet berpikiran buat ngelaporin ke Bu Yaya, tapi kita nggak mau bikin lu kesel. Jadi selama ini kita jaga rahasia lu.” Ucap Rani.

“Yaudah gua minta maaf ya. Tapi tolong jangan sebarin. Makasih juga kalian nggak negbocorin ini. Gua nggak tau apa yang terjadi sama gua, kalau sampai ini bocor.” Kata Amkar menyesal.

Ketiganyapun sempat terdiam hening. Dan akhirnya kembali menyaksikan acara pertunjukan angklung.

Amanat  : sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan terjatuh juga. Jadi sedalam-dalamnya kita menyembunyikan rahasia, pasti akan terungkap juga.

Standard